Connect with us

Serba Serbi

Apresiasi Penyandang Tunarungu, Film Pendek Bowoh Tampilkan Peraga Bahasa Isyarat

Diterbitkan

||

Potongan tayangan film pendek Bowoh, terdapat peraga bahasa isyarat di pojok kiri bawah

 

KABARMALANG.COM – Jika pernah menonton beberapa tayangan di TV, seringkali ada di pojok kiri bawah terdapat peraga bahasa isyarat untuk penyandang tunarungu. Hal tersebut juga dilakukan oleh Film pendek berjudul Bowoh. Tujuannya agara para penyandang tunarungu juga bisa menikmati tayangan film mereka.

“Kita tidak bisa membahagiakan semua orang, tapi kita coba berbagi kepada saudara kita yang tuna rungu, dengan menambahkan bahasa isyarat di pojokan, kami tambahkan agar bisa berbagi,” ujar Sakti Wawan, selaku produser film Bowoh dan pemeran utama, Jumat (02/10/2020).

Film Bowoh, adalah film pendek bergenre komedi, bercerita tentang fenomena berangkat kondangan dengan latar pedesaan di Jawa.

Diperankan oleh dua komika stand up comedy Malang, yaitu Wawan Saktiawan dan Fajar Mukti. Ditambah Bejo Sandy sebagai partner mereka berdua.

Saat ditemui di Co Working Space Kaveins. Kepada Kabarmalang.com, Wawan menyampaikan bahwa project ini berkolaborasi dengan Komunitas Akar Tuli.

“Bentuk kerja samanya, minta bantuan mereka untuk menterjemahkan suara ke dalam bahasa isyarat, agar bisa dipahami,” imbuhnya.

Untuk prosesnya, lanjut Wawan, ketika videonya sudah jadi, ada perwakilan dari Komunitas Akar Tuli untuk menerjemahkan, sambil diputar videonya, lalu syuting.

Wawan menuturkan, bakal ada rencana untuk nonton bareng dengan para peyandang tunarungu. “Sejauh ini akan ada rencana nonton bareng dengan teman-teman Komunitas Akar Tuli,” tambahnya.

Proses produksi film Bowoh memakan waktu kurang lebih dua sampai tiga minggu.

Untuk syutingnya di lapangan itu dua hari. Syuting mulai dari bulan September kemarin. “Target rilis pada bulan September, hanya saja ada beberapa penyuntingan, ditambah dengan penambahan keterangan bahasa isyarat untuk tuna rungu,” sambung Wawan.

Film pendek Bowoh rencananya akan dirilis pada tanggal 4 Oktober 2020, di channel youtube Wawan Saktiawan. “Kedepannya, setelah rilis, tetap akan ada nobar dan screening film,” pungkasnya. (fat/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Tabebuya, Wisata Swafoto di Desa Pendem

Diterbitkan

||

Suasana Desa Wisata Tabebuya ( Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Objek wisata swafoto Tabebuya Pendem butuh perhatian. Bunga tabebuya perlu banyak pengembangan.

Misalnya, bekerja sama dengan pelaku usaha. Agar objek wisata itu bisa terus berkembang pesat.

“Setidaknya ada jasa fotografi dan preweding agar bisa semakin berkembang,” terang Kades Pendem Tri Wahyono kepada Kabarmalang.com, Jumat pagi (30/10).

Dia menegaskan potensi objek swa foto ini sangat besar. Jika tidak dimanfaatkan potensinya, masyarakat dan Pemkot yang rugi.

Bantuan terakhir untuk Tabebuya adalah 2018 lalu. DLH mengucurkan anggaran sebesar Rp 2 miliar.

Anggaran itu untuk pengadaan 1.710 pohon tabebuya. Sedangkan di jalan Ksatrian, telah terpasang 500 pohon tabebuya.

“Puncak tumbuhnya pada musim kemarau hingga masa peralihan. Biasanya Oktober sampai November,” tambahnya.

“Wisatawan yang ingin ke tabebuya, biasanya datang sore hari,” katanya.

Pendik berharap tabebuya ini benar-benar menjadi ikon wisata. Seperti harapan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

NU-Care Lowokwaru Khotmil Alquran, Peringati Maulid Nabi

Diterbitkan

||

Suasana khotmil alquran peringatan Maulid Nabi oleh NU Care-LAZISNU Lowokwaru. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – NU-Care LazisNU Lowokwaru memperingati Maulid Nabi, Kamis (29/10). Peringatan digelar lewat khotmil alquran.

Jamaah saling bergantian melantunkan ayat alquran sebanyak 30 juz. Mereka melafalkannya sejak pukul 07.00 hingga 13.00.

Sore hari, jamaah membacakan Maulid Diba’.

“Jamaah yang datang ada 20 orang. Jadi tiap orang secara bergilir. Satu juz untuk satu orang. Dari jam 7 pagi sampai jam satu siang,” kata Erna Sholihah, Manajemen Administrasi NU Care Lowokwaru kepada Kabarmalang.com.

Agenda khotmil alquran ini dihadiri para pengurus NU. Mulai dari Ketawanggede, Lowokwaru, dan beberapa relawan NU Care.

Erna mengutarakan, tahlilan dihelat sebelum khotmil alquran

“Konsepnya pembacaan kirim-kirim doa. Terkhusus keluarga donatur NU Care di Lowokwaru. Serta, semua masyarakat NU di Kota Malang. Lebih khusus lagi Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Dia menuturkan, agenda ini adalah rangkaian peringatan Hari Santri. Peringatan ini sudah dimulai lewat apel 21 Oktober 2020.

Setelah ini, akan ada santunan di Tunjungsekar. Lalu, dilanjutkan lomba tartil alquran di bulan November.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kampung Dolanan Panawidjen Melawan Candu Gawai

Diterbitkan

||

Anak-anak saat bermain di Kampung Ponowidjen. (Foto : Carep-05)

KABARMALANG.COM – Masyarakat Polowijen mencetuskan Kampung Dolanan dari keprihatinan. Anak-anak banyak kecanduan gawai.

Kampung ini dibuat untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak.

“Anak-anak jangan sampai lupa dengan permainan tradisional. Supaya, tidak semuanya lari ke gadget, game dan sebagainya,” ujar Ki Demang, Ketua Kampung Tematik se-Kota Malang, Kamis (29/10).

Saadah, pembina Kampung Dolanan mengamininya. Kampung tematik dicetuskan karena anak sekarang terlalu kecanduan gadget.

“Ini adalah bagian dari pengembangan pendidikan budi pekerti. Wajib dilestarikan,” ujarnya.

Meskipun gadget penting. Namun, menurutnya penggunaan gawai tidak boleh berlebihan.

Kampung Panawidjen terletak Polowijen. Tepatnya Jalan Polowijen II Gang Sumur Windu, Blimbing.

Kampung ini menerapkan protokol kesehatan. Saat dolanan, pawonan, serta njajan tradisional, pengunjung wajib bermasker.

Permainan tradisional di sana antara lain egrang batok. Lalu, sentrengan (lompat tali), serta lempar kaleng.

Permainan tradisional kampung tematik ini tidak sekadar memperkenalkan alatnya. Namun, menanamkan nilai serta karakter dari permainan itu sendiri.

Di situ, ada pembentukan karakter kepribadian. Termasuk peningkatan pola pikir dan sikap Semuanya ditanamkan melalui permainan tradisional.

Kampung ini juga membuka lapak makanan dan minuman tradisional. Pawonan diharap menginspirasi anak untuk belajar memasak.

Kampung Ponowidjen merupakan 15 rangkaian kampung tematik se-Kota Malang.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com