Kuliner
Tahu Lontong Lonceng: Camilan Legendaris yang Tetap Dicintai di Kota Malang

KABARMALANG.COM – Tahu Lontong Lonceng adalah salah satu camilan legendaris yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Makanan ini tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat Malang, tetapi juga menjadi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Tahu Lontong Lonceng terbuat dari tahu yang di goreng hingga kecoklatan dan di sajikan dengan lontong yang di potong-potong.
Camilan ini di siram dengan saus kacang yang gurih dan manis, serta di taburi bawang goreng yang menambah kelezatan.
Kesederhanaan bahan dan cara penyajian ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya.
Di Malang, ada satu tempat yang sangat terkenal dengan Tahu Lontong Loncengnya, yaitu di Warung Tahu Lontong Lonceng di Jalan Lonceng, yang telah berdiri sejak tahun 1935.
Warung ini selalu ramai di kunjungi oleh orang-orang yang ingin merasakan cita rasa klasik tahu lontong yang legendaris.
Tahu Lontong Lonceng bukan sekadar makanan ringan; ia adalah bagian dari sejarah dan tradisi kuliner Malang.
Hingga kini, camilan ini tetap menjadi pilihan favorit banyak orang, baik warga lokal maupun wisatawan. (tik/fir)
Olahraga4 hari yang laluKandidat Pelatih Timnas Indonesia: PSSI Kerucutkan Daftar Nama, Siapa Menukangi Skuad Garuda?
Peristiwa3 hari yang laluKecelakaan Maut di Tol Malang–Pandaan KM 84, Hiace Tabrak Truk Tronton: 2 Tewas, 9 Luka
Peristiwa1 hari yang laluCara Cek Status Penerima BSU Kemenag (Guru Non-ASN) via SIMPATIKA & SIAGA Pendis
Peristiwa1 minggu yang laluLedok Amprong: Menjajal River Tubing Ekstrem di Hulu Sungai Brantas Malang
Pemerintahan3 hari yang laluDiskopindag Malang Angkat Legenda Keramik Dinoyo Lewat Festival, Dorong Industri Kreatif Lokal Bangkit
Peristiwa3 minggu yang laluUPT PPA Malang Jamin Kerahasiaan Korban Kekerasan, Bertindak Cepat pada Kasus Perundungan
Olahraga3 hari yang laluKapolres Malang Cup 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Voli Antar Club Pertama di Malang
Pemerintahan3 minggu yang laluLaporan Kekerasan Anak dan Perempuan Malang Melonjak 48 Persen, Dinsos Apresiasi Keberanian Korban






























