Connect with us

Pemerintahan

Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan, Wali Kota Malang: Aremania Cinta Kedamaian

Diterbitkan

,

IMG 20221008 092503
Alun-Alun Tugu Balaikota Malang kembali di padati ratusan orang yang berkumpul memanjatkan doa dalam Aksi Solidaritas, Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Duka mendalam masih menggelayut di Kota Malang atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) lalu.

Lantunan doa, tidak berhenti mengalir di panjatkan untuk para korban tragedi tersebut.

Di tengah guyuran hujan, Alun-Alun Tugu Balaikota Malang kembali di padati ratusan orang yang berkumpul memanjatkan doa dalam Aksi Solidaritas, Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji nampak khusyuk mengikuti jalannya doa bersama pada Kamis malam (6/10/2022).

Doa bersama tersebut, di gelar sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Aremania.

“Rasa duka mendalam untuk saudara-saudara kita yang saat ini lagi berduka. Yang pada 1 Oktober dipanggil Yang Maha Kuasa dalam hitungan menit,” ujar Wali Kota Sutiaji.

“129 nyawa itu tidak sedikit untuk sebuah bola, yang mana ini tidak ada kerusuhan. Tidak geger antar supporter. Yang perlu kami sampaikan ini adalah sebuah musibah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sutiaji menyebut insiden di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan supporter Arema telah melukai hati Aremania dan citra Kota Malang sebagai kota toleran.

Bahwa sepak bola, sudah menjadi sebuah entitas yang ada di Kota Malang dan di minati masyarakatnya.

Ia juga menegaskan, bahwa Kota Malang dan seluruh Aremania menjunjung tinggi semangat cinta damai.

“Saya tidak ikhlas manakala Malang di ciderai, seakan-akan Malang membuat kekacauan, membawa citra menjadi tempat kerusuhan sepak bola,” Sutiaji.

“Karena gelora kedamaian bola sudah di suarakan dari Malang. Kita tahu semua, bahwa sahabat-sahabat kita, Aremania semua cinta kedamaian,” lanjutnya.

Usai doa bersama, segenap masyarakat dan Aremania yang hadir pada aksi solidaritas tersebut berkumpul menyalakan lilin dan meletakkannya di halaman Balaikota Malang.

“Di Balaikota, dengan membawa lilin ini kita tunjukkan semangat kita tidak pernah lepas. Semangat kita akan terus mengelora,” ucapnya.

“Gelora sportifitas dan gelora kedamaian. Lilin ini menjadi ibarat doa. Untuk itu mari kita doakan mudah-mudahan saudara kita di beri kekuatan,” Sutiaji melanjutkan.

“Yang telah wafat, semoga lilin ini ibarat menjadi penerang mereka di alam barzah,” pungkasnya. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler