Pemerintahan
Kuartal 4 2021, BPF Bidik Pasar Emas Dan Blue Chip Hang Seng

KABARMALANG.COM – Memasuki kuartal 4 tahun 2021, PT Best Profit Futures (BPF) membidik pasar emas dan saham blue chip Hang Seng.
Peluang investasi di dua produk tersebut tak lepas dari sejumlah peristiwa yang terjadi di Asia.
Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri merinci, setidaknya ada dua peristiwa besar di Asia pada kuartal 4 tahun 2021.
“Yang pertama adalah festival Diwali India. Kedua, blue chip indeks Hang Seng lagi turun akibat Evergrande, perusahaan properti besar di China,” kata Andri.
Setiap tahunnya, festival ini selalu menunjukkan grafik positif peningkatan konsumsi emas di India. Sebagai negara dengan jumlah populasi 1,3 miliar, konsumsi emas pada festival Diwali akhir tahun 2021 ini bisa menggenjot pergerakan emas.
Kemudian, Evergrande sebagai perusahaan properti dengan revenue 78 miliar dollar tahun lalu, sedang terjerat utang.
Perusahaan ini terkena efek pandemi dan kini terjerat utang sekitar 88 miliar dollar.
Sentimen ini membuat indeks Hang Seng melemah dan menjadi peluang bagi investor untuk membeli blue chip.
Andri menyebut, untuk mendorong nasabah menanam modal di dua rekomendasi BPF itu, dia mengandalkan digital marketing.
“Karena masih pandemi, kita mengandalkan digital marketing seperti webinar, dan ternyata efektif. Ini juga yang membuat BPF berprestasi lagi,” katanya.
Sebagai informasi, BPF menduduki posisi pertama sebagai pialang gabungan dan bilateral teraktif September 2021.
BPF meraih predikat ini untuk kali kedua bagi salah satu industri jasa keuangan yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi ini.
BPF berhasil melampaui PT Rifan Financindo Berjangka dan PT Equityworld Futures yang berada di posisi kedua dan ketiga dalam pemeringkatan pialang bilateral teraktif.
Adapun, dalam kategori pialang gabungan teraktif, PT Rifan Financindo Berjangka dan PT Inter Pan Pasifik Futures secara berturut-turut harus puas di posisi kedua dan ketiga.
PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Kliring Berjangka lndonesia (KBI) rutin setiap bulan mengeluarkan pemeringkatan 10 pialang teraktif, dari 56 pialang yang berada di bawah naungannya.
Kabar Lainnya : Walikota Malang Dan BPF Resmikan BPF Tower.
Semua pialang anggota BBJ dan KBI telah memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan izin usaha dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Laporan total volume transkasi BPF memang menunjukkan kenaikan signifikan tiap tahunnya. Data per September, volume transaksi naik 17,34 persen dari tahun sebelumnya, yaitu 1.070.336 lot.
Kenaikan mengiringi pertambahan jumlah nasabah sebesar 12,83 persen atau 211 orang.
”Capaian ini terjadi atas kerja sama semua tim BPF yang terbesar di 11 cabang. lni menunjukkan kinerja baik oleh semua tim. Baik dari segi manajemen perusahaan maupun pelayanan nasabah,” kata Andri.
Dari capaian September 2021, BPF Malang menginginkan kinerja semakin gemilang di kuartal 4 2021.
Kemudian, BPF juga menargetkan total volume transaksi mencapai 1.500.000 lot atau kenaikan 30 persen pada tahun 2022.
BPF juga menargetkan kenaikan nasabah sebesar 20 persen atau mencapai 360 orang.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































