Connect with us

Pemerintahan

Wujudkan Kota Sehat, Dinkes Ajak FKKS

Diterbitkan

,

Dinkes Kota Malang adakan pertemuan dengan Forum Komunikasi Kelurahan Sehat (FKKS) Kecamatan Kedungkandang. (Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang mengusung misi kota sehat. Forum Komunikasi Kelurahan Sehat Kecamatan Kedungkandang, digandeng.

Sabtu (7/11), Dinkes Kota Malang bertemu FKKS. Rapat pun dihelat di Kantor Kecamatan Kedungkandang.

Ini untuk memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan kota sehat.

Pokja (Kelompok Kerja) Kelurahan Sehat Kecamatan Kedungkandang juga hadir.

“Harapannya dengan kegiatan ini, FKKS menjadi lebih solid organisasinya. Manajemennya lebih bagus,” ujar Agus Widodo, Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Kota Malang, kepada Kabarmalang.com, Sabtu (7/11).

Agus mengatakan, koordinasi dengan FKKS penting. Karena, Kota Malang akan verifikasi kota sehat 2021.

“Mulai sekarang harus sudah kita siapkan. Baik perangkat organisasi, administrasi dan sebagainya,” ucap Agus.

Verifikator kota sehat adalah tim dari pusat. “Dari Kemenkes dan Kemendagri,” imbuhnya.

“Ada beberapa indikator yang diverifikasi. Misalnya indikatot umum dan kelembagaan kota sehat. Lalu indikator tatanan/lokus dan dokumen penyelenggaraan kota sehat. Termasuk, kegiatan FMKS, FKKS, dan Pokja Kelurahan Sehat,” jelasnya.

Agus menambahkan forum ini bisa menggerakkan dan memberdayakan FKKS. Serta, menyiapkan Pokja Kelurahan menuju program kota sehat.

“Dinkes Kota Malang juga membina FKKS dan Pokja Kelurahan. Serta mengadakan lomba kelembagaan untuk kota sehat,” terangnya.

Bambang menuturkan, kota sehat dinilai dari pencapaian Pokja-Pokja.

“Sehingga apa-apa yang kurang ke depan bisa dibenahi. Nantinya semua Pokja diharapkan bisa baik kinerjanya,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Usai Pelantikan, Bupati Malang Fokus Pemulihan Ekonomi

Diterbitkan

,

Usai Pelantikan, Bupati Malang Fokus Pemulihan Ekonomi
Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto saat foto bersama sejumlah kader PDIP Kabupaten Malang usai dilantik. (Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM –  Usai pelantikan, Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto mengaku akan tancap gas untuk memulihkan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang.

Caranya, menurut HM Sanusi yakni dengan mendatangkan investasi dari luar Kabupaten Malang. Ia meyakini dengan adanya investasi, perekonomian Kabupaten Malang mampu bergerak cepat.

“Tanpa itu kita tidak akan bisa menggerakkan ekonomi secara signifikan,” ungkapnya di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang, Jum’at (26/2).

Untuk memudahkan masuknya investor, Pemkab Malang sebentar lagi bakal melaunching Mal Pelayanan Publik.

“Dengan adanya Mal Pelayanan Publik itu, pengurusam ijin akan semakin mudah, gratis, dan selesai dalam sehari,” tuturnya.

“Untuk melaunching Mal Pelayanan Publik itu kita (Pemkab Malang) tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),” tutur Sanusi.

Lebih lanjut, infrastruktur akses transportasi juga akan tetwujud dalam waktu dekat. Seperti tol Malang-Kepanjen hingga tembus Blitar, serta akses jalan menuju kawasan wisata pantai selatan.

“Sebentar lagi, jembatan Srigonco, Kecamatan Bantur akan segera rampung. Paska itu akses jalan dari Gondanglegi menuju Jalur Lintas Selatan akan menjadi jalan nasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengaku akan selalu mendukung semua kebijakan Bupati Malang.

“Yang pasti pemulihan ekonomi dan infrastruktur di Kabupaten Malang pastinya akan kita dukung penuh,” katanya.

“Sementara evaluasi yang perlu pembenahan nanti perlu kita bicarakan lagi,” tutup Didik.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

RW 04 Sumbersari Kota Malang Rancang Aplikasi Kependudukan

Diterbitkan

,

RW 04 Sumbersari Kota Malang Rancang Aplikasi Kependudukan
Perangkat RW 04 Kelurahan Sumbersari menunjukkan aplikasi Form RW 04 (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – RW 04 Kelurahan Sumbersari Kota Malang merancang aplikasi kependudukan. Aplikasi ini bernama Form RW 04.

Agutinus Tedja Bawana, Ketua RW 04 Kelurahan Sumbersari membenarkan. Aplikasi tersebut untuk meningkatkan pelayanan administrasi.

Ide awal pembuatan aplikasi tersebut muncul saat awal pandemi. Sebab, menurutnya, pendataan pemetaan penduduk belum tertata baik.

”Amburadulnya sistem itu kelihatan pas awal-awal pandemi dulu. Pemetaan penduduk sulit karena kan banyak ya. Akhirnya dana BLT sempat tidak bisa teridentifikasi dengan tepat,” ujar Tedja kepada wartawan, Jumat (26/2).

Kabar Lainnya : Penggeledahan Selesai 6,5 Jam, KPK Cari Dokumen Kasus Lama.

Tedja mengatakan, aplikasi tersebut masih terbatas di RW-nya. Fungsi aplikasi adalah pemutakhiran data sistem kependudukan. Kemudian, pelaporan RT/RW.

Aplikasi ini adalah buatan anak jalanan bernama Iwan Dermawan. Dia tergabung di dalam Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT).

Tedja optimis aplikasi ini bisa memetakan data kependudukan. Kemudian, membedakan keluarga yang mampu dan tidak mampu. Begitu juga meningkatkan pelayanan lainnya.

“Mulai data kependudukan, balita hingga lansia. Data penghasilan, sistem pelaporan, urusan parkir. Data keuangan hingga sistem keamanan,” ungkap Ketua Umum JKJT itu.

”Warga juga bisa mengurus dokumen di mana saja 24 jam. Karena data sudah terpantau pakai ponsel. Gak lagi harus ke kantor di jam-jam kerja,” tambahnya.

Dia berharap aplikasi ini juga menular ke RT/RW lain. Lebih baik lagi jika makin masif di tataran nasional.

“RW 04 ini bisa jadi pilot project nanti. Semakin bagus kontrol masyarakat, semakin minim unsur penyalahgunaan kebijakannya,” tegasnya.

Lurah Sumbersari, Imam Subagyo mengapresiasi. Sebab dia merasa kesulitan dalam pengumpulan data karena manual.

”Butuh waktu lama. Dengan ini, mau cari data keluarga miskin langsung terdeteksi,” ujarnya.

”Apalagi sudah terhubung dengan banyak pihak. Mulai dari kelurahan, Babinsa hingga Babinkamtibmas. Kalau ada apa kita bisa cepat cari datanya,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Dandim-Kapolresta Resmikan KTS Dan Posko, Razia Masker Jalan Terus

Diterbitkan

,

Dandim-Kapolresta Resmikan KTS Dan Posko, Razia Masker Jalan Terus
Letkol Arm Ferdian Primadhona dan Kombespol Leonardus Simarmata. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dandim-Kapolresta terus mendorong kesuksesan PPKM mikro. Jumat (26/2), keduanya meresmikan Kampung Tangguh Semeru dan posko.

Yakni di RW 01 Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen. Dandim-Kapolresta hadir bersama jajarannya.

Masyarakat posko PPKM mikro pun menyambut kedatangan keduanya. Sejak awal masuk, protokol kesehatan pun terlaksana ketat.

Dua pejabat ini pun wajib menjalankan prokes. Sebelum masuk, pejabat Forkopimda Kota Malang pun harus cuci tangan.

“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak. Termasuk keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19. Yakni, dengan melahirkan Kampung Tangguh Semeru,” kata Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata.

Kabar Lainnya : Forkopimda Kabupaten Malang Tinjau Dua Kampung Tangguh Semeru.

Menurutnya, pembangunan KTS adalah wujud kepedulian masyarakat. Serta, niatan baik untuk menghindarkan Kota Malang dari penyakit.

Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona pun sepaham. Menurut Ferdian, KTS dan posko PPKM mikro adalah garda depan.

Masyarakat juga bisa aktif membantu menanggulangi covid-19. Sehingga, Ferdian mengapresiasi masyarakat RW 01 Penanggungan.

“KTS dan posko PPKM mikro sangat efektif. Karena, berfungsi menanggulangi penyebaran covid-19,” sambungnya.

Peresmian KTS dan posko PPKM mikro ditandai pemotongan tumpeng. Kemudian, Forkopimda Kota Malang juga menyerahkan bantuan sembako.

Dengan harapan, bisa membantu logistik ketahanan pangan KTS.

Sementara itu, Kodim dan Polresta juga getol operasi. Forpimcam Blimbing menghelat operasi PPKM mikro, Jumat (26/2).

Sasarannya adalah wilayah Arjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang.  Petugas gabungan pun membagikan masker kepada warga.

Serta, memberikan imbauan pelaksanaan 3M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Petugas gabungan terdiri dari Koramil dan Polsek Blimbing. Kemudian, petugas Kecamatan Blimbing.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com